Saturday, May 26, 2018

author photo
Raja Ampat yang terletak di Papua Barat ini merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun asing. Banyak wisatawan asing berlomba-lomba memburu berbagai paket wisata dengan mengunjungi pameran pariwisata Indonesia untuk sekedar cari tahu bagaimana ke Raja Ampat. Pemerintah melalui kementrian pariwisata sangat mendukung promosi kepariwisataan Raja Ampat.

Salah satu promosi yang gencar dilakukan yaitu melalui salah satu festival parisiwata Sail Raja Ampat yang dilakukan setiap tahun. Dengan berlakunya festival tersebut maka semua infrastruktur di wilayah kabupaten Raja Ampat dibenahi termasuk kawasan publik dan transportasi untuk melintasi dari satu pulau ke pulau lainnya. Selain itu, Presiden Joko Widodo pun turut mengunjungi Raja Ampat di pergantian tahun 2016.

Kenapa Raja Ampat sangat terkenal?
Raja Ampat
Raja Ampat via wikipedia.org
Bukan rahasia lagi kalau Raja Ampat dikenal bagaikan Maldive nya Indonesia karena di Raja Ampat sudah ditemukan beberapa fakta tentang spesies yang hidup dan berkembang dibawah laut Raja Ampat diantaranya: sebanyak 1.104 spesies ikan bertebaran dibawah laut Raja Ampat dengan 699 moluska, 553 hewan karang yang membuat komunitas di karang-karang. Sementara itu para penyelam dimanjakan dengan 537 karang laut dengan dominasi 75% jenis karang yang hidup di dunia. Hasilnya? Di tahun 2012 saja sebanyak 7.754 wisatawan berkunjung untuk menikmati kekayaan spesies Raja Ampat.

Raja Ampat memiliki 4 pulau besar yaitu: Waigeo, Salawati, Batanta dan Misool. PUlau-pulau besar tersebut mendominasi ditengah-tengah pesoa tebaran pulau-pulau kecil nan eksotis. Sesuai dengan sumber daya alam yang ada, masyarakat di Raja Ampat menggantungkan hidup pada bidang perikanan melalui hasil tangkapan ikan; kelautan dan pariwisata.

Tidak sedikit juga wilayah Raja Ampat yang dilindungi oleh Pemerintah, dengan kata lain Raja Ampat sudah ditetapkan menjadi wilayah konservasia atau perlindungan alam di laut maupun di darat seperti, Suaka Margasatwa Laut disekitar pulau-pulau kecil seperti Batang Pele, Yeben, Mansuar dan Pulau Gam.  Bukan hanya di laut, namun konservasi yang dilindungi terdapat di darat seperti Cagar Alam Waigeo Barat dan Waigeo Timur.

Akan tetapi Pemerintah daerah Raja Ampat sudah mengambil sikap untuk tidak mengejar target wisatawan karena bukan jumlahnya yang ditingkatkan namun kualitas wisatawan lah yang dikejar. Semua itu hanya dengan satu tujuan yaitu mempertahankan kualitas spesies dan terumbu karang Raja Ampat. Bukan hanya Raja Ampat sebenarnya yang dirancang untuk menarik wisatawan yang peduli lingkungan yaitu Derawan, Sabang, Bunaken, Wakatobi dan Raja Ampat.

Berbagai Aktifitas bisa dilakukan di Raja Ampat, diantaranya:

Snorkling dan Berenang
Snorkling dan Berenang
Snorkling dan Berenang via goodnewsfromindonesia.id
Untuk kamu yang ingin berwisata ringan, jangan khawatir karena semua pantai dan laut terhampar di Raja Ampat tersedia buat snorkling dan berenang. Laut yang bersih sangat memungkinkan para wisatawan untuk melihat ikan berenang ditengah-tengah terumbu karang yang cantik.

Jangan khawatir bosan juga karena kamu bisa berenang sepuas hati. Air laut jernih dengan warna hijau kebiruan bisa membuat diri terlupa dari segala kepenatan.

Diving
Diving
Diving via papuaexplorers.com
Ini adalah agenda wajib Raja Ampat namun karena sikap Pemerintah Raja Ampat membatasi kunjungan wisatawan, kamu harus memeriksa kuota diving di provider diving lokal Raja Ampat. Karena ini merupakan andalan dari Raja Ampat sendiri, biasanya kegiatan diving sudah terorganizir dengan baik oleh resort-resort di sana. Akan tetapi satu catatan penting yaitu kamu harus sudah mempunyai ijin menyelam karena biasanya provider menyelam hanya menyediakan kapal serta pemandu, bukan untuk belajar dan mengambil lisensi menyelam.
Tips Akomodasi

Ketika akan berangkat ke Raja Ampat, pastikan kamu akan dijemput oleh pegawai resort dari Pelabuhan Waigeo. Nah, sediakan uang tunai untuk membeli makanan atau jika kamu mengambil paket menginap, diving dan makan, perkirakan pengeluaran kamu untuk disana karena tidak ada ATM ataupun bank untuk menarik uang.

Kamu pun bisa memilih berbagai macam resort yang khusus diperuntukkan untuk para penyelam. Mereka menamakannya sebagai resort diving. Contoh dari resort diving yaitu Raja Ampat Dive Resort atau Misool Eco Resort. Letak resort diving ini sangatlah terpencil dan jauh dari kehidupan masyarakat Papua. Terletak di berbagai pulau tak berpenghuni dengan terumbu karang yang cantik.

Budget kamu terbatas untuk pergi ke Raja Ampat? Jangan khawatir karena kamu bisa tinggal di ibukota Raja Ampat, Waigeo. Ada banyak resort milik Pemerintah, losmen maupun homestay.

Karena air yang sangat jernih, kamu bisa melihat banyak ikan unik dan langka, salah satu contohnya yitu ikan pari berukurun besar yang dikenal dengan nama Manta Reef. Ikan Paus dengan panjang 4 meter pun kalau kamu beruntung bisa mengibaskan siripnya yang luar biasa besar di dekat kapal diving lo.

Transportasi di Raja Ampat
Transportasi di Raja Ampat
Transportasi di Raja Ampat via wisatatempat.com
Karena terdiri dari berbagai pulau kecil maka trasnportasi pun menggunakan perahu panjang. Jangan kaget dengan harganya karena untuk mengangkut bahan bakar penggerak perahu pun harus didapat dengan harga mahal. Sewa perahu untuk berwisata dari satu pulau ke pulau lain memakan biaya sebesar 6-7 juta tupiah per hari. Kamu bisa minta diturunkan di pulau-pulau kecil untuk melakukan snorkling maupun sekedar berkano

Cara ke Raja Ampat
Cara Ke Raja Ampat
 Cara Ke Raja Ampat via whateverbackpacker.com
Jangan membayangkan sulitnya ke Raja Ampat karena jika kamu betul betul berniat kesana, percaya deh semua bisa dijalani. Raja Ampat punya ibukota yang bernama Wasai dan berlokasi di Pulau Waigeo. Kamu bisa memulai petualangan dari Wasai.

Carilah penerbangan ke Sorong. Ada sekitar 5 maskapai penerbangan yang menyediakan rute untuk ke Sorong, diantaranya: Sriwijaya, Nam, Express, Lion dan Garuda. Rate tiketnya pun menyesuaikan dengan musim liburan. Kamu bisa menyediakan budget sekitar 4 sampai 6 juta rupiah. Untuk memperoleh harga yang lumayan murah, kamu bisa membeli dari 3 bulan sebelumnya.

Nah setelah sampai di Bandara di Sorong, lo bisa melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Sorong dengan cara menyewa berbagai angkutan dengan waktu perjalanan selama 10 menit saja. Dari Sorong kamu bisa mencapai Waisai dengan naik kapal cepat. Jadwal kapal cepat berada pada hari tertentu: Senin, Rabu, Jumat jam 09.00 dan 14.00. kamu juga bisa berangkat di hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu di jam 14.00. Harga tiketnya seharga 130 ribu per orang dengan perjalanan selama 2 jam.

Seperti yang sudah disampaikan diatas, jika sudah sampai di Wasai, kamu bisa bernegosiasi harga untuk menyewa kapal untuk hopping island ataupun snorkling. Kalau tidak mau berepot-repot ria mencari tiket kapal dan lain-lain, kamu bisa mencari paket perjalanan ataupun mangajak beberapa orang teman untuk melakukan perjalanan. Hematnya jelas terasa ketika kamu akan menyewa kapal untuk hopping island.

Jangan lupa untuk selalu menjaga lingkungan dan menghormati budaya lokal sehingga para warga lo  lokal pun akan sangat senang menyambut wisatawan karena akan membantu perekonomian mereka juga.

Next article Next Post
Previous article Previous Post